Jumat, 11 April 2014

Nekat ke Pangandaran (Part III-habis)

waktu pun akhirnya menunjukan pukul 17.00 ya ini saatnya kita ke pantai jalan-jalan, cari makan, cari sovenir buat dibawa pulang sebagai oleh-oleh.



inilah suasana malam hari di pangandaran yang ramai dengan segala aktifitasnya.



capek dengan jalan-jalan malam akhinya kami memutuskan untuk makan malam di sebuah warung makan nasi goreng, yang dari pertama kami datang ke pangandaran sudah kami amati dan warung tersebut tidak pernah sepi, akhirnya kami memutuskan pesan nasi goreng dan ayam goreng.
muka mupeng :D


akhirnya makanan datang,,, saatnya kami menyantap makanan kami,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

setelah makan selesai dan membayar makanan kami terkaget makanan tersebut dihargai 15.000/porsi belum termasuk minum termasuk murah lah kalau dibandingkan dengan tempat makan lain yang kami kunjungi ditempat wisata ini.

setelah selesai makan dan kami kembali ke penginapan untuk mempersiapkan barang2 karena besok kita harus pulang ke solo.  keesokan harinya kami bangun pagi2 sekali untuk sarapan dan jalan-jalan sebentar di cagar alam pangandaran, ya memang bubur ayam disini sangat enak jadi kami akhirnya sarapan bubur ayam dan kupat tahu, coba2 kupat tahu ternyata beda sekali dengan kupat tahu yang ada di solo, di jawa barat kental dengan sambal kacang dan disolo dengan kuah kecap manis.





di dalam cagar alam ini hutan nya masih asri serta banyak binatang yang berada disini rusa dan monyet adalah penghuni tetap daerah ini. capek muter-muter akhirnya kami kembali ke hotel dan mempersiapkan diri pulang ke solo. kami kali ini melewati jalur pangandaran-sidareja-kalipucung-cinangsi-banyumas-purworejo-wates-jogja-klaten-solo yang kami tempuh sekitar 10 jam perjalanan darat, oiya tidak lupa kami juga istiraht di daerah kebumen untuk mencicipi segarnya dawet ireng atau dawet hitam



setelah beberapa jam akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju jogja, ya dijogja kami akan membeli makanan khas jogja bakpia, karena bakpia udah terlalu mainstream kami akhirnya memutuskan membeli bakpia tapi dengan beberapa rasa seperti bakpia coklat, capucino kaya rasa roti b*y, dan lain-lain. kami membelinya di daerah jalan wates, dan bakpia yang saya beli tadi adalah bakpia yang untuk sovenir nikahan raja jogja beberapa tahun lalu, pantesan bakpia ini enak sekali dan agak mahal menurut saya.




setelah cukup berbelanja kami melanjutkan perjalanan ke solo, sampai klaten kami mampir untuk makan sore di sop ayam pak min yang cukup terkenal di daerah solo raya, harganya pun murah dan sesuai dengan kantong contohnya sop sayap 11rb dan sop paha juga 11rb sudah termasuk nasi. silahkan mencoba,,,nyam-nyam,,,,




setelah makan cukup banyak dan cukup istirahat kami akhirnya lanjut perjalanan ke solo dan akhirnya kami sampai solo sekitar jam 7 malam. alhmdlulliah terima kasih buat Allah SWT, Teman-teman semua, orang tua kami semua dan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.wasalam




Nekat ke Pangandaran (part II)

setelah bangun pagi sekitar jam 5 subuh bandan terasa segar kemabali punggungpun sudah bisa diajak gangnam style akhirnya kami lanjut untuk liburan, ya tujuan kita adalah pantai timur untuk melihat sunrise tanpa babibu akhirnya kami langsung meluncur ke pantai timur dan ternyata sudah banyak dipenuhi oleh para wisatawan baik sekedar duduk atau mau berfoto ria.

pantai timur
ya akhirnya kami menemukan sun rise di pantai timur pangandaran, puas berfoto ria kami lanjut untuk mencari sarapan karena kita belum sarapan saat di pantai timur tersebut. iseng2 mencoba bubur ayam sekalian membandingkan antara bubur ayam asli sunda sama bubur ayam KW di solo, hmmmm... rasanya berbeda rancak bana.... sebentar saya lagi makan bubur,,,,

setelah selesai akhirnya kami kembali ke hotel untuk mandi dan siap2 ke cukang taneuh atau yang terkenal dengan green canyon. waktu di hotel kami sempat bercengkrama dengan pemilik dan pengurus tempat kami menginap mereka menceritakan keadaan di pangandaran, jalan menuju ke green canyon dan ramainya green canyon, sama si pemilik hotel kami disuruh langsung berangkat atau berangkat pagi takut kalo rame tiketnya habis dan antrinya lumayan lama. langsung mandi cepet+berangkat, bener saja kala itu saya lewat jalan cijulang yang sebagian jalan  tersebut hancur



setelah melalu jalan di cijulang kami sampailah di green canyon tak disangka kami disana di BB oleh teman yang katanya juga lagi dipangandaran kami akhirnya janjian bertemu disana. tiket untuk di green canyon tersebut untuk naik masuk ke green canyon 150.000/kapal max untuk 6 orang jadi bisa patungan untuk melihat green canyon disni ingin berenang??bisa tetapi harus membayar 100.000/30 menit untuk kapal tersebut menanti kita yang sedang berenang apabila cuma melihat2 saja disini gratis cuma bayar parkir saja sebesar 2000/motor. dan akhirnya kita beli tiket dan mendapat antrian nomer 273 saat itu kami datang sekitar jam 8 pagi dan jangan heran yang udah nunggu banyak banget.setelah nunggu sekitar 2 jam lebih menunggu giliran kita masuk ke menyusuri ke green canyon tapi 2 jam lebih itu tidak terasa lama karena kita bertemu teman yang lama menghilang karena kerja di salah satu bank pemerintah milik provinsi DIY, ya Fauzi teman kami itu






setelah menyusuri green canyon selama kurang lebih 45 menit kami kembali ke dermaga kapal dan saya berpamitan kepada fauzi yang juga akan berkumpul bersama teman-temannya. balik dari green canyon kita menyempatkan diri untuk mengambil uang di daerah cijulang karena kita akan snorkling di pantai timur dan tidak disangka ternyata bertemu dengan teman kantor teman saya di tempatnya kerja. berbicara banyak dan pada saat itu memang tiket untuk naik kapal dan menyusuri green canyon sudah ditutup. akhirnya teman kami tersebut melanjutkan perjalanan ke batu karas dan kami ke pantai batu hiu.




setelah dari Pantai batu Hiu kami balik ke penginapan untuk beristrirahat dan meluruskan pinggang yang rasanya pegal,,,kami merencanakan untuk mencoba bersnorkling di pantai timur untuk per paketnya 150.000/orang itu sudah termasuk kapal+guide dan alat-alat snorkling serta mampir di gua (lupa namanya) dan di pantai pasir putih.



Batu Layar

setelah puas bersnorkling kami akhirnya diajak ke gua tersebut di sini kami harus mengeluarkan uang 10.000/orang untuk sewa senter+guide untuk masuk kegua tersebut, disni banyak cerita tetang stalaknit yang berbentuk gajah, berbentuk kelamin manusia dan batu yang buat mak lampir yang dikasih air itu apa sih namanya lupa.hehehe

batu gajah


stalaknit yang mirip kelamin

MAK LAMPIR
setelah puas memasuki gua yang panjangnya kurang lebih 100m kami pun sudah di ujung gua ternyata di gua ini juga ada petilasan sunan Gunung Jati, jadi disini tidak ada jasadnya atau disebut maqom.


akhirnya kami jalan kaki ke area pantai pasir putih dari gua ini sangat dekat sekali apabila kita menuju jalan pantai pasir putih disni kami melintasi hutan yang sangat asri dan masih hijau yang terjaga alamnya sehingga banyak kera yang berkeliaran serta kijang yang mencari makan.




setelah puas dengan jalan-jalan di pantai pasir putih kami kembali ke dermaga laut dan ke hotel untuk bersih-bersih.

Kamis, 03 April 2014

Nekat Ke Pangandaran

waktu liburan kemarin tanggal 29-31 maret 2014, kami bersama teman2 merncanakan liburan ke Pangandaran, dengan waktu yang sempit dan dana terbatas berangkatlah kita ke pangandaran tanggal 29 pagi2 sekali supaya kalo tersesat masih bisa tanya orang, dari rumah sekitar jam 6 pagi kita berkumpul dahulu di sekitar UNS untuk menunggu teman2 yang lainnya. setelah nunggu tidak lama dan berkumpul semua kita berangkat ke pangandaran,,,bismillah,,, kita pas berangkat melalui rute Solo- Jogja-Purworejo-Kebumen- Cilacap- Sidareja- Pangandaran lumayan jauh dari solo sekitar 432 KM. setelah menempuh perjalanan selama 10 jam tersebut kami berhenti sebanyak 3 X untuk istirahat yang pertama di Jogja lalu di Kebumen yang terakhir di CIlacap untuk mengisi bensin dan makan siang.

makan siang 
kami agak sulit menemukan warung makan atau rumah makan yang respresentatif untuk makan di daerah cilacap karena rasa makanan agak berbeda dengan lidah kami,hehe,,,kami sampai cilacap sekitar jam 1 siang dan selesai makan siang sekitar jam 2 siang. setelah itu kami langsung gas ke daerah sidareja yang jalan nya lumayan bagus tetapi ada beberapa jalan yang rusak dan berlobang. akhirnya kami sampai perbatasan jawa tengah dan jawa barat. 

 
dan akhirnya kami sampai di pangandaran sekitar jam setegah 5 sore, kami tidak langsung menuju penginapan tapi kami jalan2 dulu sambil membaca situasi di daerah pangandaran.hehe....

suasana malam di pangandaran tidak jauh berbeda dengan suasana pantai kuta bali, apapun dari bar hingga warung baso ada disni. tidak perlu repot jika anda ingin jajan semuanya ada. dan akhirnya kami mendapat penginapan di belakang hotel malabar karena hotel di dekat pantai sudah habis kamarnya dipesan oleh pengunjung, kami mendapat homestay Wisma Noer yang bagus dan murah tarif 250.000/malam untuk kamar non ac dengan kamar mandi dalam dan 300.000/malam untuk kamar ac tarif tersebut belaku untuk long weekend jika week day lebih murah lagi 180rb untuk non ac dan 200rb untuk kamar ac, dan untuk tarif tahun baru sekitar 800rb- 1 juta/ malam.

wisma noer

setelah bersih-bersih lanjut jalan-jalan ke pantai pangandaran, pantai yang begitu ramai tetapi sayang menurut saya pantai ini tidak bagus seperti yang saya kira namun pantai ini begitu enak suasana nya, rame dan komplit dari penjual makanan,baju, es, sovenir, ikan asin masih banyak lagi deh. pantai ini terbagi menjadi dua yaitu pantai barat dan pantai timur. pantai barat cocok untuk berenang dan bermain selancar air sedangkan pantai timur tersebut untuk wisata permainan air dan digunakan untuk beberapa warung kaki lima.


pantai

hari pun mulai gelap dan perut terasa lapar maka kami putuskan untuk makan ke sebuah tempat warung seafood " Sarimbit" warung ini terletak di sebelah pantai timur pangandaran, tetapi sebelum ke warung ini kami muter-muter dahulu sambil cari-cari tempat untuk makan, dan akhirnya tergoda ke warung seafood tersebut karena kita bisa memilih ikan segar untuk diolah menjadi makan malam kita. kami pun memilih menu kakap merah saus padang, cumi saus tiram dan plecing kangkung.





setelah perut kenyang dan mulai capek akhirnya kami balik ke hotel dan tidur,,,sampe jumpa esok,,,dada,,,